Kuburan Aneh di Indonesia

Kuburan Unik di Indonesia Mayoritas penduduk Indonesia utamanya yang memeluk agama Islam, jika meninggal dunia akan dikuburkan di dalam liang lahat. Namun ternyata di beberapa wilayah di tanah air masih memiliki budaya penguburan jenazah yang tak lazim. Penasaran? Berikut ini adalah 4 kuburan paling aneh di Indonesia:

1. Trunyan, Bali

Jika sebagian besar warga Pulau Dewata yang meninggal dunia akan dibakar jenazahnya melalui prosesi Ngaben, hal berbeda terjadi di Trunyan, Kintamani. Mayat kerabat yang telah meninggal akan diletakkan begitu saja di kawasan hutan tanpa dikubur. Namun uniknya, mayat-mayat yang dibiarkan selama berbulan-bulan tersebut tak mengeluarkan aroma yang tak sedap.

Konon karena di hutan tersebut banyak terdapat pohon Teru Menyan yang melepaskan bau harum dan menetralisir bau tak sedap yang dikeluarkan oleh proses pembusukan jasad. Nama Desa Trunyan sendiri berasal dari kata Taru Menyan. “Taru” berarti pohon sedangkan “Menyan” artinya harum. Pohon tersebut hanya tumbuh di kawasan ini, oleh karena itu dipakai sebagai nama desa.

2. Batu Lemo, Tana Toraja

Tempat yang terletak di Desa Lemo ini merupakan peninggalan leluhur Toraja yang sangat luar biasa. Pekuburan yang dibuat dengan cara memahat lubang-lubang di dinding batu tersebut sudah ada sejak abad ke-16. Dinamakan Lemo karena beberapa liang kubur yang disebut liang Paa’ tersebut berbentuk bundar dan berbintik-bintik menyerupai buah jeruk atau limau.

Di 75 lubang yang terdapat di dinding batu tersebut beberapa diantaranya memiliki patung-patung berjajar yang disebut Tau-tau. Patung-patung tersebut melambangkan status sosial mereka semasa hidup.

3. Kuburan Bayi Kambira, Tana Toraja

Di kawasan yang bernama Kambira, masyarakat setempat melubangi pohon besar untuk menguburkan jenazah bayi mereka. Jenazah yang sebelumnya dibalesm dan dibungkus kemudian dimasukkan ke dalam lubang dan ditutup dengan anyaman ijuk.

4. Makam Dayak Benuaq, Kalimantan Timur

Penduduk Suku Benuaq atau Bentian tak dikuburkan di dalam tanah ketika meninggal dunia. Tubuh mereka sementara akan dimasukkan ke dalam peti yang disangga oleh tiang atau digantung pada tali. Ketika jenazah hanya tersisa tulang belulang, barulah akan dimasukkan ke peti yang permanen. Peti tersebut biasanya diletakkan pada halaman rumah, tidak di pekuburan umum.

Pencarian Terkait: