Kawah Putih Bandung

Misteri & Keindahan Kawah Putih Ciwidey Jika kalian sedang berlibur atau backpacker-an ke Kota Kembang dan memiliki waktu lebih, mungkin Kawah Putih bisa menjadi destinasi persinggahan kalian. Terletak di ketinggian mencapai 2.386 meter di atas permukaan laut, Kawah Putih merupakan kawah yang terbentuk akibat meletusnya Gunung Patuha pada sekitar abad ke 12.

Awalnya masyarakat sekitar tidak ada yang mengetahui keberadaan Kawah Putih karena mereka mempunyai kepercayaan bahwa kawah yang terletak di kawasan Ciwidey ini merupakan daerah angker dan dikeramatkan leluhur mereka, konon siapapun yang mendekatinya akan mati baik itu manusia ataupun hewan.

Barulah pada 1837, seorang peneliti berkebangsaan Belanda bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn menjelajahi daerah Gunung Patuha. Mitos angker yang dipercaya sejak lama oleh masyarakat dan bahaya yang mengancam tidak membuat peneliti kelahiran 26 Oktober 1809 tersebut takut. Justru mitos itu membuat sang botanis tersebut penasaran dan melakukan penelusuran lebih jauh ke Gunung Patuha.

enjelajahan Kawah Putih Junghuhn

Dalam penjelajahannya, alangkah terkejutnya Junghuhn menemukan sebuah danau yang sangat indah. Di sekitar danau tercium bau belerang yang sangat menyengat dan tepiannya berwarna putih, oleh sebab itu akhirnya kawah ini disebut Kawah Putih. Karena kandungan belerangnya tersebut, terkadang warna air kawah ini berubah-ubah, kadang putih susu, kadang berwarna hijau telur asin dan kadang kebiruan, mirip dengan fenomena Telaga Warna di Dieng.

Dulunya di sekitar kawah putih didirikan pabrik kapur oleh pemerintah kolonial Belanda, namun sejak tahun 1991 Perhutani membuka kawasan Kawah Putih sebagai obyek wisata karena indahnya pemandangan memang mengundang banyak wisatawan.

Tiket, Penginapan, dan Transportasi ke Kawah Putih

Tiket masuk kawah putih-pun cukup murah, hanya Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 30.000 untuk wisatawan asing. Tarif parkir di dekat gerbang masuk sebesar Rp 3.000 untuk kendaraan roda 2, Rp 5.000 untuk kendaraan roda 4, dan Rp 20.000 untuk kendaraan roda 6.

Kawah Putih

Untuk mencapai kawah harus menggunakan kendaraan, karena jarak dari pintu masuk ke kawah sekitar 5 kilometer dan konturnya menanjak. Mobil pribadi bisa saja dibawa naik lagi sampai atas, namun di atas tarif parkir mobil melambung menjadi Rp 150.000. Solusi untuk berhemat adalah dengan parkir di bawah dan menggunakan jasa Ontang-anting yang disediakan pengelola. Ontang-anting adalah semacam angkot dengan desain unik yang membawa pengunjung dari gerbang masuk sampai ke kawah dengan tarif Rp 13.000 per orang.

Jika kalian ingin menikmati suasana Kawah Putih di malam hari, kalian sebaiknya mencari penginapan di sekitar Ciwidey untuk bermalam. Ada sekitar 20 hotel, mulai dari kelas melati hingga hotel berbintang.

Transportasi umum ke Ciwidey bisa dengan menggunakan angkutan umum berupa mobil L-300/Colt dari Leuwi Panjang dengan tujuan terminal Ciwidey. Tarif yang dipatok hanya Rp 1.000. Dari Terminal Ciwidey naiklah angkot berwarna kuning jurusan Ciwidey-Situ Patengang. Mintalah sopir angkot untuk berhenti di pintu gerbang Kawah Putih, letaknya sebelah kiri jalan. Ongkos angkot antara Rp 5.000-6.000.

Wisatawan dari luar Bandung yang menggunakan mobil pribadi dapat melewati jalur pintu keluar Tol Kopo, melewati Sayati dan dilanjutkan ke Soreang, dari Soreang lanjukan perjalanan ke Ciwidey dan sampailah di lokasi. Cukup mudah bukan? Oiya, jika kalian jalan-jalan ke Kawah Putih jangan lupa sempatkan mampir ke penangkaran rusa Ranca Upas yang terletak tak jauh dari sini.

Pencarian Terkait: