Monumen Jogja Kembali

Monumen Jogja Kembali, Jejak Perjuangan Rakyat Kota Gudeg Monumen Jogja Kembali atau yang biasa dikenal dengan Monjali merupakan salah satu tempat wisata di Jogja yang sarat akan nilai sejarah. Perjuangan rakyat Jogja dalam merebut kotanya yang akan diduduki kembali oleh Belanda memiliki nilai yang besar bagi bangsa Indonesia. Perjuangan selama 6 jam yang dikenal dengan nama Serangan Umum 1 Maret pada tahun 1949 itu mengakibatkan berita agresi militer oleh Belanda didengar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Akhirnya PBB memaksa Belanda untuk mengakui kedaulatan Indonesia melalui Perjanjian Roem-Roijen.

Walaupun harus dibayar mahal dengan gugurnya ratusan pejuang Indonesia, namun jasa mereka tak sia-sia. Untuk mengenang jasa para pahlawan itulah akhirnya dibangun monumen diatas tanah seluas 5,9 hektar bernama Monumen Jogja Kembali. Monumen berbentuk kerucut menyerupai tumpeng tersebut berdiri megah di Kabupaten Sleman. Konon, lokasi didirikannya Monumen Jogja Kembali merupakan satu garis lurus dari puncak Merapi, Tugu Jogja, Kraton dan Pantai Parangtritis.

Begitu memasuki komplek monumen, kalian akan disuguhkan beberapa alat perang sisa perjuangan yang dipajang di halaman Monumen Jogja Kembali, seperti pesawat tempur dan tank. Di pelataran Monumen Jogja Kembali juga terdapat dinding besar yang disitu diukirkan teks proklamasi dan 422 nama pahlawan yang gugur selama perjuangan merebut kembali Kota Jogja dari tangan Belanda.

Kolam besar dibangun mengelilingi Monumen Jogja Kembali dengan 4 buah jembatan di tiap sisi mata angin sehingga seolah oleh terdapat 4 kolam di sekeliling bangunan. Sisi barat dan timur digunakan sebagai pintu masuk dan keluar sedangkan sisi utara dan selatan digunakan untuk tangga naik ke atas karena bangunan Monumen Jogja Kembali sendiri merupakan bangunan dengan 3 lantai.

Di lantai 1 terdapat 4 ruangan museum yang menyimpan berbagai macam koleksi penginggalan sejarah selama jaman perjuangan kemerdekaan. Bahkan tandu Panglima Besar Jendral Sudirman ketika sakit tersimpan rapi disini. Berbagai barang pribadi dari beberapa tokoh negeri ini juga menjadi koleksi yang dimiliki museum Monumen Jogja Kembali.

Selesai mengunjungi lantai satu, kalian bisa melanjutkan ke lantai dua untuk menyaksikan berbagai diorama yang menggambarkan betapa dahsyatnya perjuangan rakyat Jogja. Diorama-diorama disusun rapi dan runtun berdasarkan fakta sejarah. Dari lantai dua terdapat tangga menuju lantai tiga. Lantai tiga merupakan ruang kosong yang digunakan sebagai ruang perenungan untuk mengingat jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang untuk Indonesia.

Taman Pelangi Monjali

Monumen Jogja Kembali di buka untuk umum dari hari Selasa sampai Minggu pada pukul 08.00-16.00. Tiket masuk dipatok Rp 7.500/orang. Sementara ini sedang ada Taman Pelangi di Monjali, dimana kalau malam terdapat taman bermain dengan hiasan lampion lucu dengan berbagai bentuk.

Lokasi Monumen Jogja Kembali

Untuk mencapai Monumen Jogja Kembali dari kota bisa melalui Jalan Magelang. Dari perempatan Pingit belok kanan saja menuju utara sampat menemui ring road. Di perempatanan ring road beloklah ke kanan dan Monumen Jogja Kembali bisa kalian temukan di sisi kiri jalan. Jika tak membawa kendaraan pribadi, kalian bisa menumpang bus Trans Jogja yang salah satu trayeknya memang melewati Monjali ini.