Observatorium Bosscha Bandung

Belajar Astronomi di Bosscha Observatorium Bosscha yang mulai dibangun pada tahun 1923 merupakan satu-satunya observatorium penelitian bintang di Asia Tenggara. Dibangun atas prakarsa dari Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda.

Pada rapat pertama NISV, diputuskan akan dibangun sebuah observatorium di Indonesia demi pengembangan ilmu astronomi di Hindia Belanda. Pada rapat itulah, Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar, bersedia menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha dalam pembangunan observatorium ini, maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini.

Pembangunan Observatorium Bosscha membutuhkan waktu 5 tahun dan sejak tahun 1928 NISV melakukan berbagai penelitian astronomi di observatorium tersebut. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Observatorium Bosscha masih digunakan oleh NISV, mungkin karena Belanda masih berharap bisa kembali menguasai Indonesia sehingga berbagai aset Hindia Belanda masih dipertahankan.

Baru pada tahun 1951 NISV memberikan Observatorium Bosscha kepada pemerintah RI dan ketika ITB dibangun pada 1959, ITB dipercaya untuk mengelola Observatorium Bosscha dan memanfaatkannya sebagai tempat penelitian terutama di bidang astronomi. Fasilitas yang dimiliki Observatorium Bosscha cukup lengkap. Observatorium tertua di Tanah Air ini memiliki 5 buah teleskop yaitu:

  • Teleskop Refractor Ganda Zeiss
    Teleskop ini digunakan untuk mengamati bintang kembar, kawah bulan, planet (Mars, Saturnus, dan Jupiter) dan untuk mengamati komet atau benda langit besar lainnya. Teleskop Zeiss memeiliki dua buah lensa obyektif dengan diameter 60 cm dengan jarak fokus 10,7 meter.
  • Schmidt (Bima Sakti)
    Teleskop ini digunakan untuk mempelajari struktur galaksi, spektrum bintang, asteroid, supernova, dan mengambil gambar obyek langit. Lensa utama teleskop ini berdiameter 71,12 cm sedangkan lensa koreksinya berdiameter 20 50 cm dengan panjang fokal 2,5 meter.
  • Bamberg Refractor
    Teleskop ini digunakan untuk mengukur bintang, jarak bintang, mengambil gambar matahari, dan keperluan lain-lain. Telesop ini dilengkapi dengan fotometer fotoelektrik, lensa berdiameter 37 cm, dan jarak fokus 7 meter.
  • Cassegrain GOTO
    Teleskop yang dikontrol dengan komputer ini merupakan pemberian dari pemerintah Jepang dan merupakan teleskop digital pertama yang dimiliki Bosscha. Teleskop canggih yang bisa mengamati obyek berdasar database yang dimilikinya ini dilengkapi dengan fotometer dan spektograf-spektometer.
  • Unitron Refractor
    Teleskop ini digunakan untuk mengamati hilal, gerhana bulan, gerhana matahari, dan fotografi bintik matahari. Memiliki lensa berdiameter 13 cm dan panjang fokal 87 cm.

Untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berisi penelitian, pembelajaran, dan pengabdian masyarakat, maka Observatorium Bosscha juga membuka kunjungan bagi masyarakat umum. Kunjungan siang untuk umum dilayani dari jam 09.00-13.00. Selasa sampai Jumat dikhususkan untuk rombongan sekolah/instansi/perorangan dan hari Sabtu khusus untuk kunjungan pribadi. Dengan harga tiket masuk sebesar Rp 7.500/orang, pengunjung dapat melihat langsung Teleskop Zeiss dan mendapat penjelasan tentang ilmu astronomi dasar.

Selain kunjungan siang, ada juga kunjungan malam yang dibuka selama 3 hari dalam satu bulan selama musim kemarau. Untuk kunjungan malam, Observatorium Bosccha buka dari jam 17.00-20.00. Harga tiket masuk yang dipatok sebesar Rp 10.000/orang. Selain itu juga ada event Astro Camp yang diadakan ketika bertepatan dengan momen tertentu dimana pengunjung diajak untuk bermalam dan melihat fenomena alam yang akan terjadi di langit.

Ternyata untuk mengunjungi Teropong Bintang Bosscha tidak sulit seperti anggapan yang beredar selama ini. Pengunjung pribadi hanya perlu mengkonfirmasikan kehadiran lewat email ke kunjungan@as.itb.ac.id atau via telepon. Pembayaran dapat dilakukan di tempat (saat datang berkunjung) dan untuk rombongan harus mengirimkan surat resmi dari instansi, tidak boleh melalui pihak ke tiga atau biro perjalanan.

Lokasi & Transportasi Observatorium Bosscha

Terletak di kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Observatorium Bosscha bisa dicapai dalam 30 menit perjalanan dengan kendaraan pribadi. Wisatawan yang naik kendaraan pribadi, dari Jl. Setiabudi Bandung ambillah jalan ke arah lembang. Dalam perjalanan kalian akan melewati Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Terminal Ledeng. Selanjutnya ada Pusdik Korps Wanita Angkatan Darat. 400 meter kemudian, tibalah di gerbang bawah Observatorium Bosscha yang berada di sisi kanan jalan.

Buat kalian yang sedang backpacker-an bisa naik kendaraan umum dengan alternatif rute sebagai berikut:

  • Dari Stasiun Hall Bandung, naik angkot St. Hall-Lembang dan turun langsung di gerbang bawah Observatorium Bosscha.
  • Dari Terminal Bus Cicaheum, naik angkot Cicaheum-Ledeng turun di Terminal Ledeng, lanjut naik Stasiun Hall-Lembang dan turun di gerbang bawah Observatorium.
  • Terakhir, dari Terminal Bus Leuwi Panjang, naik bus Damri tujuan Terminal Ledeng. Dari sana, sama seperti opsi sebelumnya, lanjut naik angkot Stasiun Hall-Lembang dan turun di gerbang bawah Observatorium Bosscha.

Dari gerbang bawah sampai ke Observatorium Bosscha masih berjarak 2 kilometer, untuk itu kalian bisa menggunakan jasa ojek atau kalau mau sehat dan hemat lebih baik jalan kaki saja.

Observatorium Bosscha Bandung
JL. Teropong Bintang, Cikahuripan, Bandung Indonesia
(022) 2786001

Pencarian Terkait: