Prawirotaman Jogja

Menikmati Kentalnya Nuansa Jogja di Prawirotaman Berwisata ke Jogja, pasti yang ada dipikiran kebanyakan backpacker adalah Malioboro, namun buat kalian yang lebih suka tempat sepi dan tenang tentunya Malioboro bukanlah pilihan tepat, apalagi buat kalian yang tidak terlalu suka berbelanja. Kalau memang kalian termasuk backpacker tipe yang demikian ini, kawasan Prawirotaman bisa menjadi pilihan.

Letaknya tidak jauh dari Alun-alun Selatan Jogja, Prawirotaman memang lebih diminati oleh turis-turis bule. Batik tulis, kafe, dan penginapan dengan nuansa Jawa sangat melekat di daerah sini. Walaupun beberapa restoran sudah mengikuti menu barat, namun desain dan nuansa tradisional Jawa tidak serta merta dihilangkan.

Beberapa galeri batik sisa-sisa masa kejayaannya di tahun 60-an juga masih bisa dinikmati. Di masa kejayaan batik cap, Prawirotaman memang pernah menjadi pusat batik cetak tersebut. Komoditasnya tidak tanggung-tanggung, pengrajin batik di Prawirotaman ini sampai mengekspor ke beberapa negara di di luar negeri.

Keramahan masyarakat Kota Gudeg juga terasa di sini, senyum dan sapaan lembut dari penduduk lokal akan banyak terdengar dimana-mana, dan hampir seluruh penduduk lokal disini bisa berbahasa Inggris, walaupun English-nya tetap “English Jawa”.

Segerombolan tukang becak siap mengantar backpacker kapanpun diminta. Mereka berbaris rapi di beberapa titik di jalan Prawirotaman. Mau ke Malioboro, Kraton, Alun-alun Kidul bisa menggunakan jasa abang tukang becak.

Oiya, buat kalian yang ingin menghabiskan waktu liburan ke Jogja, kita saranin ga perlu menyewa mobil atau kendaraan bermotor lagi. Sudah terlalu banyak mobil wisatawan dari luar kota yang keluar-masuk lingkungan Malioboro, Kraton, dan alun-alun. Kemacetan yang ditimbulkan telah mengurangi rasa nyaman dalam menikmati berbagai tempat wisata tersebut, jadi jangan ditambah sesak lagi. Lagian itung-itung memberi rejeki ke tukang becak kalau tidak membawa mobil. Selain itu akses transportasi di dalam kota Jogja juga sudah cukup memadai kok.

Akses Kendaraan Umum ke Prawirotaman

  • Dari Bandara Adisucipto: Menggunakan bus Trans Jogja turun di halte Pojok Beteng Wetan kemudian naik becak kurang lebih 7.000 Rupiah atau jalan kaki kurang lebih 1 kilometer
  • Dari Terminal Jombor: naik bus jurusan Jogja-Tempel dengan membayar 2.500 Rupiah saja, kemudian turun di ringroad perempatan Jalan Parangtritis, teruskan dengan menumpang becak kurang dengan biaya Rp 7.000-Rp 15.000 atau naik taksi.
  • Stasiun Tugu: jalan kaki ke arah Malioboro lalu naik bus Trans Jogja (tiket Rp 3.000) turun di halte Pojok Benteng Wetan kemudian naik becak kurang lebih 7.000 Rupiah atau jalan kaki kurang lebih 1 kilometer
  • Dari Terminal Giwangan: naik bus jurusan Jogja-Tempel atau bus jurusan Parangtritis (bayar 3.000 Rupiah) turun di ringroad perempatan Jalan Parangtritis, teruskan dengan menumpang becak kurang dengan biaya Rp 7.000-Rp 15.000 atau naik taksi.

Pencarian Terkait: