Pura Besakih Bali

Mengunjungi Megahnya Pura Besakih Menjadi pusat persebaran agama Hindu tentu menjadi penyebab utama mengapa di Bali terdapat begitu banyak pura. Di seluruh Pulau Dewata terdapat kurang lebih 11.000 pura. Memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, pura di Bali juga dibangun dengan berbagai bentuk dan ukuran. Sebagai pura terbesar dan menjadi induk bagi pura lainnya di Bali, Pura Besakih yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem adalah salah satu destinasi yang wajib dikunjungi.

Sebagai tempat ibadah, prosesi beribadah yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di pura ini selalu menjadi daya tarik wisatawan. Maka sudah menjadi wajar ketika tempat beribadah akhirnya menjadi tempat wisata karena banyak orang yang memang terpikat dengan prosesi keagamaan masyarakat Hindu di Bali. Termasuk Pura Besakih, walaupun menjadi tempat wisata, Pura Besakih juga dibuka untuk umum sebagai sarana rekreasi.

Terletak di kaki Gunung Agung, ke-22 pura di komplek pura Besakih berdiri dengan gagahnya. Indahnya pemandangan alam dan antiknya bangunan pura menjadi daya tarik bagi wisatawan. Selain dikunjungi pada jemaat yang beribadah, pura Besakih akhinya juga dipenuhi oleh para wisatawan yang ingin melihat pura yang sangat besar itu.

Harga tiket masuk yang harus dibayarkan terhitung cukup murah, hanya Rp 12.000 per orang. Walaupun menjadi salah satu destinasi wisata, namun karena Pura Besakih adalah tempat ibadah maka traveler yang berkunjung ke pura besakih harus sangat menghormati tempat yang sangat disucikan bagi pemiliknya yaitu para pemeluk agama Hindu.

Salah satu aturan yang harus dipenuhi adalah kita harus menggunakan sarung Bali, mirip dengan aturan sarung batik yang harus kita kenakan ketika memasuki Candi Borobudur. Sarung ini dapat disewa dengan biaya Rp 5.000 per sarung. Jasa guide juga disediakan bagi traveler yang haus akan informasi sejarah terkait keberadaan pura suci ini.

Untuk wanita yang sedang haid juga sebaiknya tidak ikut masuk ke dalam lingkungan pura demi menghormati pura sebagai tempat suci. Traveler juga dihimbau untuk tidak mengganggu para jemaat yang sedang beribadah, jangan mengambil gambar apalagi menggunakan cahaya flash karena akan sangat mengganggu konsentrasi para jemaat.

Luasnya komplek pura dan jalan menanjak ketika masuk membuat traveler membutuhkan banyak energi ketika berkunjung ke Pura Besakih. Untuk itu badan yang fit dan stamina tubuh yang cukup sangat diperlukan sebelum mengunjungi Pura Besakih. Perjalanan keliling lingkungan pura membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Sebaiknya waktu tempuh yang cukup lama, sekitar 2,5 jam dari pusat kota Denpasar menuju Pura Besakih digunakan sebaik-baiknya untuk beristirahat.

Sama seperti tempat wisata lainnya di Bali, di sepanjang jalan menuju pintu masuk Pura Besakih terdapat banyak toko-toko yang menjual berbagai macam souvenir sebagai cinderamata Pulau Dewata. Namun barang yang di jual relatif sama dengan yang di jual di tempat-tempat wisata lainnya di Bali, termasuk di Pasar Sukowati.

Sudah siap mengunjungi induk dari seluruh pura di Bali? Selamat berlibur!

Peta Lokasi Pura Besakih

Sumber foto: Wikipedia

Pencarian Terkait: