obyek wisata Dieng

Tempat Wisata Dieng Wonosobo yang Wajib Dikunjungi – Banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi di Jawa Tengah, khusunya di daerah dataran tinggi Dieng dan sekitarnya yang memiliki panorama alami dan pastinya indah.

Dieng merupakan kawasan plateau yang terletak di antara Kab. Banjarnegara dan Kab. Wonosobo tak jauh dari lokasi Gunung Sumbing dan Sindoro. Mengingat posisi geografisnya yang di ketinggian, Dieng merupakan tempat yang cocok untuk budidaya sayur mayur dan buah-buahan, tak heran sebagian besar penduduk Dieng Wonosobo menjadi petani hortikultura. Umumnya mereka membudidayakan kentang, kubis, wortel, bawang, dan berbagai jenis jamur. Kawasan Dieng terkenal sebagai satu-satunya kawasan yang memiliki tanaman endemik carica yang masih berkerabat dekat dengan tanaman pepaya.

Pohon Carica Dieng

Tak hanya disokong oleh sektor agribisnis, Dieng juga terkenal sebagai salah satu tujuan wisata pilihan di tanah air. Dieng menawarkan beragam obyek wisata seperti obyek wisata alam, budaya, dan sejarah yang dikelola oleh pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara secara bersama-sama.

Berikut ini adalah beberapa obyek wisata Dieng yang menarik dan bisa kalian gunakan sebagai inspirasi jalan-jalan kalian selanjutnya:

Obyek Wisata Alam di Dieng Wonosobo

Telaga Warna Dieng

  • Telaga Warna
    Dinamakan demikian karena danau ini memiliki warna air yang berubah-ubah. Warga sekitar menganggapnya sebagai hal yang mistis, namun sebenarnya warna-warna tersebut terjadi karena perubahan konsentrasi belerang di dalam air.
  • Kawah Sinila
    Pada 20 Februari 1979, kawah ini pernah meletus dan mengeluarkan gas karbon dioksida yang menyebar ke pemukiman dan memakan 149 korban jiwa.
  • Telaga Pengilon
    Terletak berdekatan dengan Telaga Warna, telaga ini memiliki air bening sejernih cermin (pengilon). Uniknya, walau antara Telaga Pengilon dan Telaga Warna hanya dibatasi oleh rerumputan, air di telaga ini tetap jernih tak tercampur oleh belerang dari Telaga Warna.
  • Telaga Merdada
    Telaga yang airnya tak pernah surut ini merupakan telaga dengan luas area terbesar di dataran tinggi Dieng. Oleh penduduk sekitar, air dari danau ini dimanfaatkan sebagai irigasi untuk lahan pertanian mereka, selain itu juga sebagai arena pemancingan bagi warga sekitar dan wisatawan. Banyak warga yang juga menyewakan perahunya untuk keperluan memancing tersebut.
  • Kawah Sikidang
    Kawah Sikidang merupakan obyek wisata Dieng yang paling populer, mengingat lokasinya yang paling mudah dijangkau wisatawan. Dinamakan sikidang, yang dalam bahasa Jawa berarti kijang karena celah kawah yang mengeluarkan gas sering berpindah-pindah. Untuk menikmati keindahan Sikidang, kalian hanya dikenai biaya Rp 6.000 saja dan untuk turis asing Rp 20.000.
  • Kawah Sileri
    Kawah ini merupakan yang paling aktif meletus, pada letusan freatik terakhir yakni tahun 2009 terbentuk tiga celah baru dan melempar material letusan setinggi 200 meter.
  • Gua Semar
    Merupakan salah satu gua kecil yang terletak di tepi Telaga Warna, dinamakan Gua Semar karena warga sekitar mempercayai gua ini dihuni oleh Eyang Semar. Gua ini mudah ditemukan karena di sepan mulut gua terdapat arca salah satu tokoh Punakawan tersebut.
  • Kawah Candradimuka
    Secara harfiah, Candradimuka berarti “sinar rembulan”. Kawah yang namanya diambil dari nama kawah tempat Gatotkaca “direbus” ini berupa sumber mata air panas dengan asap yang lumayan tebal membumbung ke udara.
  • Sumur Jalatunda
    Sumur Jlatunda merupakan kepundan berdiameter sekitar 90 meter yang terletak di Desa Wisata Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Untuk menikmati keindahan air sumur yang berwarna hijau pekat, kalian diharuskan untuk meniti 257 anak tangga terlebih dahulu. Sumur ini dipercaya memiliki kekuatan mistis, warga percaya sumur ini adalah sebagai gerbang menuju sarang makhluk berwujud ular setengah dewa.
  • Telaga Cebong
  • Telaga Nila
  • Telaga Merdada
  • Gua Sumur
  • Telaga Dringo
  • Gua Jaran

Obyek Wisata Sejarah di Dieng

Candi Arjuna Dieng

  • Candi Gatotkaca
    Candi yang merupakan bagian dari Kompleks Candi Arjuna ini memiliki bentuk bujur sangkar dengan hiasan kala makara di ketiga sisinya.
  • Candi Bima
    Candi Bima sangatlah unik karena memiliki arsitektur yang berbeda dengan kebanyakan candi-candi yang ada di Indonesia dan malah lebih mirip dengan arsitektur candi India. Pada bagian atap candi terdapat arca berbentuk kepala yang disebut Kudu.
  • Candi Arjuna
    Candi Arjuna merupakan komplek candi-candi yang mencakup Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, dan Candi Semar.
  • Candi Setyaki
    Candi ini terletak tak jauh dari Komplek Candi Arjuna, yakni berjarak sekitar 200 meter. Candi ini terlihat kurang terawat dan konon bangunanya bukan merupakan bangunan asli melainkan hasil rekonstruksi di atas pondasi lama candi.
  • Gangsiran Aswatama
    Konon bangunan ini adalah sistem irigasi kuno yang di bangun sebelum adanya candi-candi Dieng. Saluran pembuangan air bawah tanah dibangun sepanjang Komplek Candi Arjuna hingga ke arah barat laut. Saluran dengan kedalaman sekitar 5-7 meter ini berfungsi sebagai drainase kawasan Dataran Tinggi Dieng.
  • Candi Dwarawati
    Tak seperti Candi Arjuna, candi ini sepi pengunjung. Maklum saja letaknya yang tersembunyi di antara pemukiman warga dan lahan kentang membuatnya kurang dikenal oleh wisatawan. Dulunya candi yang memiliki tinggi 6 meter ini merupakan komplek candi seperti Candi Arjuna, namun sayang ketiga candi lain yang menemani Candi Dwarawati sudah rusak saat ditemukan dan tidak memungkinkan untuk direkonstruksi lagi.

Pencarian Terkait: